Selamat Datang Di Blog Ini

Kami mengucapkan selamat datang kepada pengunjung ke blog ini semoga krasan dan nyaman serta bisa terhibur karenanya.

Rabu, 22 Desember 2010

Baru Tertarik Sama Computer


Awalnya aku tidak tertarik sama sekali sama computer. Aku menganggap computer merupakan barang mewah dan mahal. Melihat computer saja kepalaku menjadi pusing. Karena apa ? Karena menurut pikiranku, computer banyak kode, fitur, toolbar yang tidak terbayangkan oleh pikiranku. Ini membuat aku menjadi apatis dan tidak peduli sama computer.

Kebetulan aku mempunyai hobi membaca sejak sekolah dasar kelas tiga sampai saat ini. Mulanya aku senang membaca cerita bersambung buku “ Naga Sosro Sabuk Inten “ karya S.H. Mintarjo HS, cerita bersambung silat China karya Kho Ping Ho, komik dan sebagainya. Kemudian mempunyai niat menjadi penulis ketika masih kuliah di Surabaya. Baru setelah reformasi aku mulai menjadi penulis.

Menulis memakai alat mesin ketik hasilnya agak meragukan karena kalau salah ketik banyak coretan tip ex. Ini yang membuat aku merasa bimbang untuk mengirim naskah ke penerbit.

Menjumpai masalah tersebut, aku terus timbul niat berpaling kepada computer. Katanya menulis di computer kalau terjadi salah ketik bisa dihapus dengan mudah tanpa meninggalkan bekas. Jadi naskah tetap bersih dan rapi. Mendengar khabar tersebut aku terus mencari informasi ke sana kemari tentang hal tersebut. Selanjutnya aku mengikuti kursus computer selama tiga bulan belajar Microsoft Word dan Micro Excel.

Setelah ikut kursus belajar computer baru sadar bahwa belajar computer ternyata mudah. Sejak itu aku menjadi tertarik sama computer dan menyenanginya. Hasrat belajar makin meluas ke internet untuk mencari berbagai informasi pengetahuan.

Akhirnya timbul membuat blog di Blogger.com dan blog Angkringan Jogja untuk menyalurkan hobi menulis. Kemudian berkembang belajar internet marketing bisnis online . Tak lama kemudian membuat website mountain-bike-holidays.com di blog Wordpress.

Jumat, 10 Desember 2010

HUJAN


Kau datang setiap saat
Dengan membawa berkah kepada umat
Juga membawa bencana bagi umat
Dengan menyebabkan banjir di setiap tempat


Wahai manusia
Itu bukan salahku semata
Itu salahmu semua
Karena tidak mau melestarikan alam

Wahai hujan
Kami minta maaf
Dengan menuduhmu semena-mena
Tanpa kamu …………..
Hidup kami sengsara

Karena itu kawan
Marilah memanfaatkan hujan
Caranya dengan melestarikan alam
Dengan begitu hujan bisa digunakan
sebagai sumber kehidupan

Rabu, 08 September 2010

TRADISI MUDIK LEBARAN

Tradisi mudik lebaran dari tahun ke tahun makin meningkat.
Ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia khususnya umat Islam masih menghargai nilai luhur budaya nenek moyangnya.
Nilai luhur tersebut yaitu berbakti sama orang tua dan silaturrohim antara orang tua dan sanak saudara dan kerabat di kampung halamannya.
Dengan begitu, akan terjadi keakraban dan rasa saling kasih yang terjalin diantara mereka.

Di hari raya Idul Fitri selama sebulan terjadi salaman antara sesamanya saling ma'af mema'afkan akan kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja.
Hal tersebut bisa menghilangkan rasa permusuhan,dendam dan masalah yang tidak enak diantara sesamanya.
Ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia mampu mempertahankan tradisi nenek moyang dan ajaran agama sehingga tradisi tersebut tidak hilang tertelan oleh zaman modern.

Tradisi mudik lebaran secara tidak langsung membuka lapangan usaha baru.
Dengan banyaknya yang pulang mudik, otomatis memerlukan kendaraan yang cukup untuk memberangkatkan mereka. Ini membuka usaha wisata pulang kampung.
Mereka memerlukan makan dan minum diperjalanan dan tempat istirahat untuk melepaskan lelah yang nyaman.

Disepanjang perjalanan di tempat-tempat strategis timbul usaha lapangan pekerjaan yang sifatnya memberi pelayanan kepada kaum mudik. Misalnya restoran, warung makan, tempat peristirahatan, keamanan disepanjang jalan oleh polisi dsb.
Pelayanan tersebut makin tahun makin meningkat sehingga kaum mudik lebaran bisa pulang dengan lancar dan nyaman.

Semoga tradisi mudik lebaran makin tahun makin lancar dan mudah sehingga tradisi tersebut tidak hilang tertelan zaman.